Kebutuhan akan proses dan produk yang semakin tidak terbatas, menjadikan para ilmuwan bahu membahu menyempurnakan basis rekayasa genetik (DNA recombinant) untuk menciptakan rekombinan-rekombinan baru yang mampu dioptimalkan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia. Era rekombinan ini telah “merangsang” pertumbuhan industri berbasis biologi molekuler (bioteknologi) yang semakin pesat.
Perpaduan/ persandingan ilmu biologi dan ilmu komputer ini juga meningkatkan ekspektasi area penelitian ke ranah yang lebih jauh dari segenap aspek kehidupan manusia. Pada akhirnya tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia saja, namun kepentingan-kepentingan lain yang bisa ditingkatkan kapasitasnya dengan keilmuan baru ini juga berbondong-bondong mengakses ranah ini. Munculnya isu internasional tentang senjata biologis dan teror sumber penyakit dengan mutan-mutan patogen menjadi isu yang mengiringi perkembangan keilmuan ini. Oleh karena itu, regulasi terhadap etika dan batasan sosial aplikasi teknik rekombinan perlu menjadi perhatian dari semua pihak terkait dan pengambil kebijakan. Sehingga keselarasan arah kelimuan ke ranah positif peningkatan kehidupan manusia dapat terpelihara dengan penuh kebijaksanaan.
The Economist. 2010. And Man Made Life (article)

